Tips Over Kredit Rumah

Ingin memiliki rumah adalah impian setiap orang.. namun dalam mewujudkan impian tersebut terkadang terbentur dengan kondisi keuangan kita. Salah satu cara untuk mendapatkan rumah murah adalah dengan cara over kredit rumah.


cara over kredit rumah

Over kredit rumah adalah salah satu cara memiliki rumah dengan harga murah. Kok bisa murah? dikarenakan pada umumnya pemilik rumah yang ingin meng-overkredit-kan rumahnya sedang terdesak biaya, atau bisa juga karena tidak mampu lagi untuk meneruskan angsuran kreditnya. Nah.. kehadiran anda sangat membantu bagi mereka. 

Jadi disinilah anda bisa tawar menawar harga rumah yang di-overkredit-kan lebih rendah dari harga pasaran. Tapi.. untuk mendapat harga perolehan lebih rendah, ada beberapa tips yang harus anda lakukan dalam sebelum mengambil alih over kredit rumah.

Harus anda ketahui dalam proses over kredit rumah biasanya ada tiga pihak yang terlibat. Pihak pertama adalah penjual atau debitur awal, pihak kedua adalah anda sebagai calon debitur pengganti (penerus) kredit rumah dan pihak ketiga pemberi kredit yaitu bank. 

Nah.. bagaimana caranya agar dalam proses over kredit rumah yang anda inginkan, bisa mendapatkan harga jauh lebih murah dari harga pasaran? Simak sampai tuntas artikel ini.


Tips Over Kredit Rumah

Sebelum anda memutuskan untuk meneruskan kredit atau menggantikan posisi debitur (over kredit) dari sebuah rumah KPR ada beberapa hal yang harus anda perhatikan :
  1. Periksa dengan teliti kondisi rumah, jangan mudah tergiur dengan harga murah.
  2. Cek lokasi dan posisi rumah. Karena mungkin saja pihak pertama berniat mengalihkan rumahnya dikarenakan lokasinya yang kurang menguntungkan.
  3. Carilah informasi yang terkait dengan kondisi lingkungan sekitar rumah, baik masalah keamanan maupun masalah lainnya, seperti apakah rawan banjir atau tidak.
  4. Periksa dengan seksama keabsahan kepemilikan rumah. Apabila ternyata ada masalah (misal sengketa) lebih baik jangan diteruskan transaksinya.
  5. Berhitung dengan seksama berapa sebenarnya nilai transaksi Anda dan nilai jual rumah tersebut, apakah lebih murah atau malah lebih mahal dari harga yang seharusnya. Anda bisa melakukan pengecekan harga pasaran rumah/tanah disekitar lokasi, dengan cara memeriksa Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) didalam struk tagihan PBB.
  6. Hitung total angsuran KPR yang telah dibayar debitur dan berapa sisa kewajibannya. Apakah selama ini pihak pertama selalu disiplin membayar cicilan atau ada denda akibat keterlambatan.


Tips Over Kredit Rumah 

Nah.. ini adalah bagian yang terpenting dari artikel over kredit rumah, yaitu tentang bagaimana triknya agar harga perolehan anda atas rumah tersebut lebih murah dari yang seharusnya.

Ketika anda mendapatkan informasi, baik langsung maupun dari media (koran atau internet) tentang rumah tersebut yang mau di-overkredit-kan lakukan dulu langkah-langkah yang kami rekomendasikan diatas. Lalu sepakati berapa harga transaksi over kredit rumah yang harus anda bayarkan kepada pihak pertama sebagai pengganti biaya angsuran dan dp yang telah dia keluarkan selama ini. Usahakan agar biaya yang anda bayarkan lebih rendah dari biaya yang dia keluarkan oleh pihak pertama.

Selanjutnya anda jangan dulu menghubungi pihak pemberi KPR (Bank) namun cukup mendatangi notaris bersama dengan pihak kedua selaku debitur awal (penjual). 

Sampaikan maksud kedatangan anda, yaitu ingin melakukan over kredit rumah pihak pertama. Dan perlu diingat untuk menyertakan pula:
  1. Foto Copy Sertifikat (yang ada stempel bank pemberi KPR).
  2. Foto Copy IMB.
  3. Foto Copy PBB (lunas).
  4. Foto Copy Bukti Pembayaran Angsuran.
  5. Buku Tabungan asli di bank pemberi KPR atas nama pihak pertama.
  6. Data pihak pertama dan pihak kedua (anda), meliputi KTP, Kartu Keluarga, Slip Gaji dll.

cara over kredit rumah

Langkah selanjutnya pihak notaris akan membuatkan akta jual beli atas pengalihan hak atas tanah dan bangunan berikut surat kuasa untuk melunasi sisa angsuran dan kuasa untuk mengambil sertifikat. Pihak pertama harus membuat surat pernyataan bahwa telah terjadi over alih kewajiban dan hak atas kredit dan agunan dimaksud (rumah).

Setelah urusan dihadapan notaris selesai, baru anda tinggal membawa/menunjukkan surat pernyataan tersebut kepada pihak pemberi KPR (bank). Jadi, walaupun angsuran dan sertifikat masih atas nama pihak pertama (penjual) tapi hak dan kewajibannya sudah beralih kepada anda. 

Anda berkewajiban melunasi sisa cicilan rumah tersebut dan berhak untuk mengambil sertifikat bila pembayaran sudah lunas. Dengan demikian, keterlibatan pihak ketiga (bank) bersifat keterlibatan pasif, yaitu hanya sebatas mengetahui bahwa telah terjadi transaksi antara anda dengan pihak pertama yang sah dihadapan notaris. 

Hal ini lebih murah dibanding anda over kredit rumah dengan melibatkan pihak bank. Karena pihak bank selaku pemberi KPR tidak perlu membuat perhitungan baru untuk kredit anda.

Baca juga :
Jenis-jenis Akad Bank Syarih
Informasi seputar KPR Rumah

Semoga artikel over kredit rumah ini bermanfaat untuk Anda.

Silahkan Dibagikan Apabila Artikel Ini Bermanfaat

Related Posts

Previous
Next Post »