Suku Bunga KPR 10 Bank Di Tahun 2015


bunga kpr


Besaran suku bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) merupakan salah satu faktor penting dalam pembiayaan kepemilikan rumah di bank konvensional. Kondisi suku bunga KPR tidak bisa diprediksi selalu dalam posisi stabil. Setiap tahun bahkan setiap bulan perkembangan suku bunga KPR naik turun. 

Karena dipengaruhi oleh fluktuasi suku bunga dasar yang kebijakannya dikeluarkan oleh Bank  Indonesia (BI) dan kondisi ekonomi Tanah Air. Produk KPR rumah tetap menjadi primadona para konsumen sebagai alternatif sumber untuk memiliki rumah idaman

Konsumen selalu mencari bank yang menawarkan suku bunga KPR yang terendah, suku bunga KPR di Indonesia rata-rata sekitar 9-12 %. Silahkan disimak ringkasan peningkatan bunga KPR dari tahun 2013 - tahun 2015 melalui artikel berikut.



2013

Tepatnya di pertengahan tahun 2013 Bank Indonesia (BI) mengerek naik bunga acuan tiga kali, kebijakan ini langsung mempengaruhi suku bunga KPR di Indonesia. 
Di tahun 2013, suku bunga KPR bank naik dari 7% ke tingkat 8%-9% persen, sementara bunga mengambang (floating) melonjak ke angka 12%-13%. 
Sebelumnya suku bunga KPR mengambang (floating) berada di kisaran 9%-10%.

Bulan Agustus 2013, Bank Tabungan Negara (BTN) merupakan pelopor produk KPR rumah di Indonesia ikut serta dalam kenaikan bunga KPR
Kenaikan suku bunga KPR BTN naik sekitar 0,25% - 0,5%. Untuk KPR BTN, bunganya menjadi 7% dari yang awalnya hanya 6,5%.

Selain KPR BTN, beberapa bank sudah terlebih dahulu mengubah tingkat suku bunga KPR mereka.  Akhir Juni 2013, bank-bank lain seperti Bank OCBC NIS, Bank Mayapada, Bank Bukopin, Bank ANZ Panin dan Bank Sinarmas ikut serta menaikkan suku bunga KPR dikarenakan kenaikan suku bunga acuan atau BI rate sebesar 75 basis poin (bps). Kemudian disusul bank besar lainnya seperti Bank BCA per Agustus serta BII per 24 Juli 2013.


2014

Beberapa bank pada 2014 mulai menurunkan tingkat suku bunga KPR. Adapun bank-bank tersebut antara lain Bank BCA, Bank Mandiri dan Bank CIMB Niaga.

Salah satu faktor yang mendorong menurunnya suku bunga KPR karena kehadiran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memiliki kewenangan untuk membatasi bunga tertinggi deposito perbankan yang sejak awal Oktober 2014. 

Penurunan suku bunga KPR justru makin memicu bank-bank dalam menyaring minat masyarakat mengambil KPR.

Seperti Bank BCA, mereka berusaha menurunkan suku bunga KPR karena perusahaan tersebut ingin meningkatkan kinerjanya pada sektor tersebut. Menurunnya suku bunga KPR diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit KPR rumah. Sejak bulan Agustus 2014, suku bunga KPR bank BCA berada di kisaran 9% -11,5%.

Bank Mandiri juga ikut menurunkan suku bunga KPR sebesar 25 basis poin (bps)-50 bps. 
Sejak bulan September 2014, suku bunga dasar kredit (SBDK) KPR Bank Mandiri tercatat sebesar 11%.

Kemudian Bank CIMB Niaga ikut serta juga menurunkan tingkat suku bunga KPR berkisar mulai dari 9,5% untuk fix rate 1 tahun, 10,25% untuk 2 tahun, 10,75% fix rate 3 tahun, dan 11,5% untuk fix rate 5 tahun.  Suku bunga mengambangnya berada di kisaran 12,5 persen hingga 13 persen.


2015

Inilah saatnya untuk mengambil KPR rumah karena suku bunga KPR di berbagai bank mengalami penurunan kembali berkat keputusan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membatasi bunga deposito. Hal ini mempengaruhi penurunan tingkat suku bunga KPR, selain itu suku bunga acuan Bank Indonesia di tahun 2015 BI mengeluarkan kebijakan untuk menurunan dari semula 7,75%  menjadi 7,5%.

Bank Tabungan Negara (BTN) merupakan salah satu bank yang cepat bergerak mengikuti perkembangan suku bunga ini.  Suku bunga KPR BTN turun sebesar 0,75% - 2%, untuk suku bunga KPR nonsubsidi diturunkan sekitar 0,75% tergantung dari segmen rumah yang dipilih oleh nasabah. 

Sedangkan rumah subsidi non Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) diturunkan juga suku bunganya hingga 2% atau 200 basis poin menjadi 7,25%.

Selain bank BTN, terdapat dua bank lainnya yang berencana menurunkan suku bunga KPR hingga di bawah 9%. Bank tersebut antara lain Bank CIMB Niaga dan Bank BCA

Dengan adanya penurunan suku bunga di tahun ini maka akan membawa dampak positif bagi sektor properti di Indonesia. Walau demikian, penurunan suku bunga KPR ini hanya berlaku bagi nasabah yang baru mengajukan KPR sedangkan nasabah lama tetap di kenakan suku bunga outstanding.

Berikut ini tabel perkembangan suku bunga 10 bank periode 2013 – 2015
No.
Bank
Suku Bunga KPR 2013 (persen)
Suku Bunga KPR 2014 (persen)
Suku Bunga KPR Maret 2015 (persen)
1.
11,00
11,00
10,75
2.
10,25
10,25
10,25
3.
9,5
10,50
10,25
4.
11,10
11,10
10,65
5.
11,50
11,75
10,80
6.
12,00
12,25
12,25
7.
12,5
12,50
12,50
8.
10,73
12,46
12,11
9.
10,77
11,75
10,02
10.
11,00
11,50
10,45


Untuk cicilan yang pasti setiap bulannya gunakanlah KPR Syariah, yang akan kami ulas di artikel berikutnya. Semoga artikel suku bunga KPR ini bermanfaat untuk Anda.

Silahkan Dibagikan Apabila Artikel Ini Bermanfaat

Related Posts

Previous
Next Post »